nurani berteriak!
tidak ingin belenggu ini ikat mereka!!!
wajah-wajah polos yang baru mengecap dunia...
ketika rasa, logika, realita, dan norma bertatap,,,
juz kip smile n be wise ^^
Showing posts with label Edu Site. Show all posts
Showing posts with label Edu Site. Show all posts
Thursday, February 04, 2010
Monday, April 20, 2009
Kisah dari Negeri Antah Berantah…
alkisah di sebuah negeri nun jauh disana sedang berlangsung perhelatan besar dunia Pendidikan
negeri tersebut sedang repot menggelar hajat yang dinamakan Ujian Negeri (disingkat UN ;D)
dahulu perhelatan ini belum bernama UN tapi bernama Evaluasi Pendidikan, kemudian berubah menjadi, bla…bla…bla…
(saking terlalu sering berubah sampai tidak terekam di arsip penulis yg minim ;p)
semua pihak di buat repot dan sibuk oleh perhelatan Negeri itu…
namun, ada cerita miris di balik perhelatan nan megah itu (menghabiskan dana yang tidak sedikit tentunya!)
dahulu kejujuran menjadi bagian yang tak terpisahkan dari negeri tersebut!
kejujuran bagaikan bayangan gelap yang tak dapat dipisahkan dari malam
dahulu, perhelatan akbar ini tidak terlalu diributkan seperti belakangan ini
walau setiap kebijakan Negeri Antah Berantah selalu diliputi pro & kontra tapi perhelatan ini dahulu dianggap sebagai proses pembelajaran…
seiring berjalannya waktu banyak perubahan terhadap proses evaluasi akhir dunia pendidikan tersebut,,,
ketika proses yang dijalankan di masing” institusi pendidikan berbeda…
namun, untuk melihat hasil semua proses yang berbeda tersebut diukur dengan instrumen yang sama!
protes pun datang silih berganti…
cerita tak sedap mulai bergulir, banyak pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momen ini…
Negeri Antah Berantah mulai diracuni oleh pikiran-pikiran picik para pencari keuntungan…
Obral kejujuran dan moral pun dimulai…
banyak yang menggadaikan harga diri demi untuk langsung mendapatkan wild card dari proses evaluasi Pendidikan ini…
dahulu, kala digelar perhelatan yang serupa tapi tak sama ‘kelicikan-kelicikan’ hanya di rancang sebatas wacana di pikiran mereka yang berusahan meredam tingkat stres yang datang mendesak…
ya hanya sebatas wacana tuk kemudian ditertawakan di akhir hari…
sekilas kutipan ide licik para Terdidik di Negeri Antah Berantah:
“gimana yach caranya biar bisa lulus UN?”
“kita harus bekerja sama, kawan!”
“gak mungkin, kan kita diawasi oleh para pengawas dari tempat lain!”
“kita buat mereka lengah aja!”
“gimana caranya membuat pengawas UN lengah?”
“hemm, coba kita siapkan koran, makanan camilan, atau apa saja yang bisa mengalihkan perhatian pengawas dari kita!”
“wah benar juga tuh, kalo pengawasnya meleng khan kita bisa kerja sama”
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
usul demi usul terus digulirkan hingga hari H pelaksanaan pun tiba…
tapi ternyata Negeri Antah Berantah masih diselimuti kejujuran…
para Terdidik dengan beribu usul liciknya, berusaha sekuat tenaga mengandalkan kemampuan mereka sendiri!
karena mereka mampu menghargai jerih payah mereka berproses selama tahunan!
mereka tak ingin proses penuh kenangan yang mereka jalani dinodai oleh hitungan hari bahkan jam saja…
tahun bergulir, kebijakan Pendidikan Negeri Antah Berantah kerap berubah sesuai dengan kehadiran para pembuat kebijakan baru…
Tahun ini perhelatan akbar dunia pendidikan itu kembali digelar…
kali ini bukan hanya para Terdidik yang kalang kabut mempersiapkan diri dengan syarat-syarat kelulusan yang cukup membuat mereka kehilangan semangat jiwa muda tuk selalu tersenyum ceria!!!
para orang tua ikut repot dengan berbagai persiapan!
mulai dari mendaftarkan anaknya ikut les sana-sini hingga yang dengan sepenuh hati turun membantu sang buah hati menyiapkan amunisi perang melawan UN!
beberapa orang tua yang kalap menyerahkan sepenuhnya persiapan anak kepada para Pendidik!
ada juga yang ikut browsing kesana-kemari mencari tetesan-tetesan soal yang bocor!
tak jarang yang mengusulkan “ide gila” untuk mencari win-win solution bagi anak mereka dengan pihak pengawas dan Pendidik!
(gamblangnya, keluar usul-usul bekerjasama dengan pihak pengawas untuk membantu memberi cipratan jawaban-terkadang bukan hanya cipratan tapi jaminan kepastian kebenaran!?!-dengan janji-janji manis tambahan insentif menggiurkan ;D)
para Pendidik pun kebagian bingung dan pusing dengan pola-pola kelulusan UN yang kembali berubah, berbagai formula di racik untuk membantu persiapan anak menyambut hari perhelatan itu…
namun, kisah ini terasa biasa saja saat formula-formula racikan masih sesuai dosis dan takaran ;D
sebelum akhirnya, beberapa Pendidik yang kehilangan akal sehatnya memberikan wejangan-wejangan menyambut UN dengan cara-cara asing di mata dunia Pendidikan!
ketika pendidikan yang digelar selalu digaungkan berorientasi proses bukan hasil!
namun, akhirnya perhelatan akbar ini mengacaukan sistem proses yang diusung dunia pendidikan!
ketika tahun-tahun perjuangan terpaksa terhenti oleh waktu sekejab,!
jadwal yang tak sampai membuat kalender penuh!
Pendidik yang sudah keracunan (akibat formula racikan sendiri yang over dosis ;p) itu, memberi alternatif-alternatif licik, yang tidak khan pernah terbayangkan keluar dari mulut para Pendidik yang kerap mengagungkan orientasi proses:
“pas UN kalian gak boleh pelit! harus bagi-bagi jawaban sama sesama teman!”
“yuk sama-sama kita bagi tugas, siapa yang harus belajar untuk pelajaran A dan siapa yang belajar peljaran B!”
“yang jadi MASTER (menguasai satu pelajaran tertentu!) gak boleh pelit! sebab yang dulu-dulu gagal UN karena mereke KePDan ngerjain sendiri! mereka gak mau ikhtiar mencari jawaban ke temannya!”
(masyaAllah, hanya bisa mengurut dada kala mendengar pernyataan tersebut dari mulut mulia seorang Pendidik! ikhtiar disamaartikan sebagai usaha tak kenal putus asa mencari jawaban soal dengan cara apapun! ya cara apapun termasuk cara-cara yang tidak halal! naif memang komentar penulis! pasti ditanya balik memang tidak pernah terjebak dalam situasi seperti itu?!? tapi kala usul itu keluar dari mulut seorang Pendidik??? kemana orientasi proses yang selama ini di dengung-dengungkan?!? contoh simpel: '”jangan pikirin jawabannya benar atau salah dulu yang penting kamu paham caranya!”-sepertinya ungkapan ini yang membuat para Pendidik terlihat berwibawa dan mulia ;D)
“kalo perlu bawa handphone buat saling berbagi jawaban!
“biar gak ketauan handphonenya yang murid putri pake kerudung aja, terus hapenya ditaro di kantong biar gak ketauan!”
“pokoknya kalian harus bekerjasama jangan sampe ada yang pelit!”
(duh Gusti apa sich sebenarnya tujuan perhelatan akbar ini kalau malah hanya menebar virus-virus kelicikan???!)
sebuah renungan tentang sebuah sistem yang membuat jantung berdebar tanpa henti bagi mereka semua yang terlibat…
(gak da sistem yang salah yang ada orang yang membuat sistem itu yang perlu dikoreksi! coz sistem gak terjadi secara abrakadabra alakazam tapi terjadi lewat pemikiran kritis, analisa kebutuhan de el el proses lainnya!)
bukan hanya para lakon utama yang kebakaran jenggot tapi para pendidik selaku lapis kedua penanaman moral (setelah orang tua dan rumah tentunya n_n) merasa seperti dikejar hantu!
ungkapan-ungkapan AJAIB yang ANEH tapi NYATA pun dikeluarkan!
untung kisah ini hanya ada di Negeri Antah Berantah, bukan di Negeri Indonesia Raya ku! ^O^
moga kejadian di negeri tetangga ini jadi bahan renungan mendalam bagi tiap sendi lakon Pendidikan di Indonesia n_n
semoga perhelatan Pendidikan yang sedang berlangsung di Negeri tercinta ini berakhir dengan INDAH ^^
semoga banyak kutipan-kutipan makna yang bisa dipetik dan mampu membuat tiap pelaku makin bijaksana menyikapi kehidupan!
sebab hidup adalah belajar dan belajar adalah bagian terpenting dari PENDIDIKAN ;D
jangan pernah menyalahkan sistem karena sistem itu ciptaan manusia dan bisa di buat lebih manusiawi ;D
_moga Allah senantiasa tuntun kita berjalan di rel kebenaran, amin –o-_
negeri tersebut sedang repot menggelar hajat yang dinamakan Ujian Negeri (disingkat UN ;D)
dahulu perhelatan ini belum bernama UN tapi bernama Evaluasi Pendidikan, kemudian berubah menjadi, bla…bla…bla…
(saking terlalu sering berubah sampai tidak terekam di arsip penulis yg minim ;p)
semua pihak di buat repot dan sibuk oleh perhelatan Negeri itu…
namun, ada cerita miris di balik perhelatan nan megah itu (menghabiskan dana yang tidak sedikit tentunya!)
dahulu kejujuran menjadi bagian yang tak terpisahkan dari negeri tersebut!
kejujuran bagaikan bayangan gelap yang tak dapat dipisahkan dari malam
dahulu, perhelatan akbar ini tidak terlalu diributkan seperti belakangan ini
walau setiap kebijakan Negeri Antah Berantah selalu diliputi pro & kontra tapi perhelatan ini dahulu dianggap sebagai proses pembelajaran…
seiring berjalannya waktu banyak perubahan terhadap proses evaluasi akhir dunia pendidikan tersebut,,,
ketika proses yang dijalankan di masing” institusi pendidikan berbeda…
namun, untuk melihat hasil semua proses yang berbeda tersebut diukur dengan instrumen yang sama!
protes pun datang silih berganti…
cerita tak sedap mulai bergulir, banyak pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momen ini…
Negeri Antah Berantah mulai diracuni oleh pikiran-pikiran picik para pencari keuntungan…
Obral kejujuran dan moral pun dimulai…
banyak yang menggadaikan harga diri demi untuk langsung mendapatkan wild card dari proses evaluasi Pendidikan ini…
dahulu, kala digelar perhelatan yang serupa tapi tak sama ‘kelicikan-kelicikan’ hanya di rancang sebatas wacana di pikiran mereka yang berusahan meredam tingkat stres yang datang mendesak…
ya hanya sebatas wacana tuk kemudian ditertawakan di akhir hari…
sekilas kutipan ide licik para Terdidik di Negeri Antah Berantah:
“gimana yach caranya biar bisa lulus UN?”
“kita harus bekerja sama, kawan!”
“gak mungkin, kan kita diawasi oleh para pengawas dari tempat lain!”
“kita buat mereka lengah aja!”
“gimana caranya membuat pengawas UN lengah?”
“hemm, coba kita siapkan koran, makanan camilan, atau apa saja yang bisa mengalihkan perhatian pengawas dari kita!”
“wah benar juga tuh, kalo pengawasnya meleng khan kita bisa kerja sama”
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
usul demi usul terus digulirkan hingga hari H pelaksanaan pun tiba…
tapi ternyata Negeri Antah Berantah masih diselimuti kejujuran…
para Terdidik dengan beribu usul liciknya, berusaha sekuat tenaga mengandalkan kemampuan mereka sendiri!
karena mereka mampu menghargai jerih payah mereka berproses selama tahunan!
mereka tak ingin proses penuh kenangan yang mereka jalani dinodai oleh hitungan hari bahkan jam saja…
tahun bergulir, kebijakan Pendidikan Negeri Antah Berantah kerap berubah sesuai dengan kehadiran para pembuat kebijakan baru…
Tahun ini perhelatan akbar dunia pendidikan itu kembali digelar…
kali ini bukan hanya para Terdidik yang kalang kabut mempersiapkan diri dengan syarat-syarat kelulusan yang cukup membuat mereka kehilangan semangat jiwa muda tuk selalu tersenyum ceria!!!
para orang tua ikut repot dengan berbagai persiapan!
mulai dari mendaftarkan anaknya ikut les sana-sini hingga yang dengan sepenuh hati turun membantu sang buah hati menyiapkan amunisi perang melawan UN!
beberapa orang tua yang kalap menyerahkan sepenuhnya persiapan anak kepada para Pendidik!
ada juga yang ikut browsing kesana-kemari mencari tetesan-tetesan soal yang bocor!
tak jarang yang mengusulkan “ide gila” untuk mencari win-win solution bagi anak mereka dengan pihak pengawas dan Pendidik!
(gamblangnya, keluar usul-usul bekerjasama dengan pihak pengawas untuk membantu memberi cipratan jawaban-terkadang bukan hanya cipratan tapi jaminan kepastian kebenaran!?!-dengan janji-janji manis tambahan insentif menggiurkan ;D)
para Pendidik pun kebagian bingung dan pusing dengan pola-pola kelulusan UN yang kembali berubah, berbagai formula di racik untuk membantu persiapan anak menyambut hari perhelatan itu…
namun, kisah ini terasa biasa saja saat formula-formula racikan masih sesuai dosis dan takaran ;D
sebelum akhirnya, beberapa Pendidik yang kehilangan akal sehatnya memberikan wejangan-wejangan menyambut UN dengan cara-cara asing di mata dunia Pendidikan!
ketika pendidikan yang digelar selalu digaungkan berorientasi proses bukan hasil!
namun, akhirnya perhelatan akbar ini mengacaukan sistem proses yang diusung dunia pendidikan!
ketika tahun-tahun perjuangan terpaksa terhenti oleh waktu sekejab,!
jadwal yang tak sampai membuat kalender penuh!
Pendidik yang sudah keracunan (akibat formula racikan sendiri yang over dosis ;p) itu, memberi alternatif-alternatif licik, yang tidak khan pernah terbayangkan keluar dari mulut para Pendidik yang kerap mengagungkan orientasi proses:
“pas UN kalian gak boleh pelit! harus bagi-bagi jawaban sama sesama teman!”
“yuk sama-sama kita bagi tugas, siapa yang harus belajar untuk pelajaran A dan siapa yang belajar peljaran B!”
“yang jadi MASTER (menguasai satu pelajaran tertentu!) gak boleh pelit! sebab yang dulu-dulu gagal UN karena mereke KePDan ngerjain sendiri! mereka gak mau ikhtiar mencari jawaban ke temannya!”
(masyaAllah, hanya bisa mengurut dada kala mendengar pernyataan tersebut dari mulut mulia seorang Pendidik! ikhtiar disamaartikan sebagai usaha tak kenal putus asa mencari jawaban soal dengan cara apapun! ya cara apapun termasuk cara-cara yang tidak halal! naif memang komentar penulis! pasti ditanya balik memang tidak pernah terjebak dalam situasi seperti itu?!? tapi kala usul itu keluar dari mulut seorang Pendidik??? kemana orientasi proses yang selama ini di dengung-dengungkan?!? contoh simpel: '”jangan pikirin jawabannya benar atau salah dulu yang penting kamu paham caranya!”-sepertinya ungkapan ini yang membuat para Pendidik terlihat berwibawa dan mulia ;D)
“kalo perlu bawa handphone buat saling berbagi jawaban!
“biar gak ketauan handphonenya yang murid putri pake kerudung aja, terus hapenya ditaro di kantong biar gak ketauan!”
“pokoknya kalian harus bekerjasama jangan sampe ada yang pelit!”
(duh Gusti apa sich sebenarnya tujuan perhelatan akbar ini kalau malah hanya menebar virus-virus kelicikan???!)
sebuah renungan tentang sebuah sistem yang membuat jantung berdebar tanpa henti bagi mereka semua yang terlibat…
(gak da sistem yang salah yang ada orang yang membuat sistem itu yang perlu dikoreksi! coz sistem gak terjadi secara abrakadabra alakazam tapi terjadi lewat pemikiran kritis, analisa kebutuhan de el el proses lainnya!)
bukan hanya para lakon utama yang kebakaran jenggot tapi para pendidik selaku lapis kedua penanaman moral (setelah orang tua dan rumah tentunya n_n) merasa seperti dikejar hantu!
ungkapan-ungkapan AJAIB yang ANEH tapi NYATA pun dikeluarkan!
untung kisah ini hanya ada di Negeri Antah Berantah, bukan di Negeri Indonesia Raya ku! ^O^
moga kejadian di negeri tetangga ini jadi bahan renungan mendalam bagi tiap sendi lakon Pendidikan di Indonesia n_n
semoga perhelatan Pendidikan yang sedang berlangsung di Negeri tercinta ini berakhir dengan INDAH ^^
semoga banyak kutipan-kutipan makna yang bisa dipetik dan mampu membuat tiap pelaku makin bijaksana menyikapi kehidupan!
sebab hidup adalah belajar dan belajar adalah bagian terpenting dari PENDIDIKAN ;D
jangan pernah menyalahkan sistem karena sistem itu ciptaan manusia dan bisa di buat lebih manusiawi ;D
_moga Allah senantiasa tuntun kita berjalan di rel kebenaran, amin –o-_
Tuesday, April 14, 2009
Pendidik vs Terdidik Ideal
berdasarkan survey alam, seorang Pendidik selalu di harapkan sebagai seseorang yang 'mulus' tanpa 'cacat' sedikitpun... banyak harapan yang diletakkan dipundaknya bahkan gelar pahlawan tanpa tanda saja pun memiliki arti terselubung... (qt punya bahasan khusus tentang ini ;>) Pendidik itu harus: 1. Pintar (pastinya!) 2.Berwibawa (gak galak tapi dihormati!) 3. Adil (gak boleh ada yang namanya anak emas, anak perak apalagi anak perunggu =p) 4. Modeling (wajib jadi model alias contoh akhlaqul karimah bagi para terdidik!) 5. Bertanggung Jawab (ehm, ya bisa konsekuen sama keilmuan dan perilakunya!) 6. Profesional (last but not least harus bisa memenuhi semua kriteria di atas, termasuk yang belum disebutkan!) kalo kriteria-kriteria ideal itu gak dipenuhi, gak tanggung-tanggung cercaan yang bakal di terima n biasanya cacian plus makian gak cuma tertuju buat 'oknum' yang bersalah tapi seluruh jajaran pendidik di bumi ini! (sedikit hiperbolis -_-) tapi, boleh gak usul klo perlu juga ada kriteria Terdidik Ideal ;D memang di lapangan secara gak sadar terbentuk pola labeling u/ para Terdidik ideal ini, tapi selalu disikapi sebagai bagian dari ketidakadilan para Pendidik! (itu tadi, larangan adanya anak emas dkknya ;>) padahal para Terdidik juga kerap melakukan pola ini! julukan" pendidik ter-, de es be... minimal Terdidik memenuhi kriteria berikut inilah: 1. Semangat Belajar (duduk paling depan, buku pelajaran di bawa semua de el el) 2. Rajin ngerjain tugas (PR ya di rumah ngerjainnya!) 3. Berakhlak Mulia (sopan-santun, ramah-tamah, dkk) 4. Disiplin (datang tepat waktu, seragam rapi n sesuai aturan) 5. Profesional (sama kayak pendidik, terdidik pun harus profesional memainkan perannya! harus jadi penurut n memenuhi semua kriteria ideal ;D) tapi, klo semua Pendidik n Terdidik dah ideal apalagi dunks fungsi pendidikan??? justru pendidikan dengan banyak peran di dalamnya punya tujuan dasar pembelajaran menyeluruh n seumur hidup! ;D (Pendidik terus mengembangkan dirinya n Terdidik berusaha menyamai posisi belajar para Pendidik n_n) So, nikmatilah dinamika yang ada \(^O^) tapi tetap dengan catatan: "berhubung faktanya para Pendidik hadir lebih dulu dari para Terdidik, maka harus tetap ada satu poin plus dari proses pembelajaran yang sama-sama dilakukan!, yaitu:" 'Pendidik harus jauh-jauh lebih BIJAKSANA dalam menghadapi para terdidik n tentunya proses pembelajaran itu sendiri!' agree??? ;D
Thursday, April 09, 2009
Pesta
Pesta besar tengah berlangsung
sebagian orang terseret dalam euforianya
namun, ada yang hanya diam termangu
yang lainnya tampak bosan menunggu
tak sedikit pula yang merasa dungu!
Pesta apa?
Pesta untuk siapa?
Pesta perubahan kata mereka
Pesta pemborosan sahut yang lain
Pesta penipuan imbuh sekolompok orang
Pesta? memang ada Pesta? ceracau kalian
akh, begitu ragamnya perbedaan…
Hari ini adalah hari para PEMBELAJAR
mereka yang selalu punya semangat maju!
Belajar menunjukkan potensi diri,
Belajar bermimpi,
Belajar menjadi pemenang,
Belajar bertanggung jawab,
Belajar menghargai perbedaan,
dan Belajar menerima kekalahan…
semoga hari ini menjadi awal baru,
Perjalanan panjang menuju negeri baru ^^
yang diisi oleh para Pembelajar Sejati n_n
Friday, April 03, 2009
a9a!N
kembali terulang,,, teriakan" itu berujung uraian air mata... lelah yg tercipta bukan buatan tapi nyata... tapi,,, apa harus lewat teriakan? apa harus berupa bentakan?
Thursday, April 02, 2009
benar vs salah
Jaman sudah berubah! tak slamanya yg berdiri di depan selalu benar! namun, tak slamanya jg yang brani brarti benar! jiwa" kritis itu menuntut!! protes" kecil pun tak terelakkan!! coba berbalik sambil menunduk,,, cermin terjujur adalah hati yang bersih... tanpa prasangka, bebas curiga.. tenggelam dalam kontemplasi diri.....
Tuesday, March 31, 2009
dua pilihan,,,
apa sich yang ada di pikiran mereka???
gelegak masa remaja yang membara?!?
coba memahami gejolak yang ada...
semua terlihat baru di mata mereka,,,
semua terlihat asing,,,
tak kan pernah tahu bila tak mencobanya!, ungkap mereka
hmm, tapi apa harus mengorbankan masa depan???
apa harus berkhianat terhadap janji???
hukuman demi hukuman datang silih berganti,,,
tak ada yang terasa berat kala d jalani bersama,,,
bersama mereka yang mengaku sahabat!
mungkin ini yang ada di benak mereka:
"ya gak pa-palah di hukum! toh rame-rame ini, lagian khan jadi keren tar kalo udah gede ada cerita-cerita nakal yg seru wktu SMP...!"
hmm, hanya ada dua pilihan ketika mencoba yang serba terlarang,,,
menertawakan kebodohan masa muda, atau
meratap dan menangisi kebodohan yang berulang!!!
akh, entahlah biar mereka yang menentukan...
kami akan selalu ada untuk mengingatkan ;D
luv u all our beloved student ^0^
Friday, March 27, 2009
Mendidik vs MengHajar
ada pemandangan yang membuat miris... ketika amarah menguasai sang pendidik, umpatan dan pukulan menjadi legal dengan dalil bagian dari proses pembelajaran! akh, apa memang harus seperti itu?!? kmana konsep mendidik dengan memanusiakan manusia?!? ada ungkap lugu dari 'mereka' yang berusaha membela diri.. "bukan hanya pendidik yang bisa tersinggung! murid juga bisa tersinggung!" "kalo memang sedang ada masalah, ya jangan kami yang kena!" hmm, tak mudah memang menyelami hati,, tak mudah memang berdiri tanpa memihak,, sama sekali tak mudah untuk bersikap adil,,, mereka bukan menyebalkan! mereka hanya ingin jalani hidup seringan kapas hingga kadang terbang tak tentu arah!!! coba menjalani khidupan yang rumit ini dengan menertawakannya! "kita mah hidup dibawa santai aja, biar gak stress!", ungkap mereka lugu,, "saya juga punya masalah di rumah ketemu orang tua yg......" "tapi saya profesional, knapa pendidik gak bisa?" "kami sudah berubah menjadi lebih baik, tanya aja sama yang lain!" akh, hanya bisa menghela nafas panjang... ketika perubahan di perjuangkan sedemikian rupa! tapi tetap dilihat sama,,, maka, akan terhentikah siklus itu??? ungkapan ringan "buat apa cape" berubah masih salah aja!?" pendidik benar" memiliki kekuatan untuk mewarnai masa depan anak didiknya!!! mengajar memang bagian dari pendidikan,,, tapi apa mesti disertai dengan mengHajar??!
Tuesday, March 24, 2009
ngegemezin!!!
fiugh, tuesday yang ckckckckck... :-\ NGEGEMEZIN!!! =P no words i can say 4 xplain how i feel 2day.... mereka itu lucu, mereka itu baik, mereka itu bener-bener ngegemezin! gak ada anak nakal! gak ada anak bandel! gak ada anak nyebelin! mereka cuma butuh wadah u/ Mengekspresikan Diri! mereka cuma sedang mencari Jati Diri! mereka cuma ingin berteriak pada dunia, bahwa mereka ADA! fiuh, juz can say: "l0uph U all mee! lovely student" ^^wish Allah alwyz blez us n_n
Subscribe to:
Posts (Atom)
