mengintip namamu…
rupanya namamu tak tersimpan di baris BENCI,
alih-alih di kolom DENDAM pun tak terukir namamu…
ternyata namamu,
bersembunyi di balik setangkup RINDU
![]() |
from here |
![]() |
from here |
![]() |
from here |
![]() |
from here |
mengintip lipatan waktu,
berharap ada celah cahaya,
tahun-tahun yang hilang…
cita-cita yang terbuang…
berangan hampa pada masa yang berulang……
![]() |
from here |
![]() |
from here |
![]() |
from here |
![]() |
from here |
![]() |
from here |
coba tolong katakan semua dengan lantang!
ini tentang apa?ini tentang siapa?
jika memang semua reaksi kimia telah hilang...jika memang semua hasrat terkubur kecewa...jika memang semua mimpi sirna ditelan senja...
katakan semua itu dengan lantang!
jangan berdiam dan menggerutu!jangan berdiam dan mengutuk!jangan berdiam dan mendendam!
teriakan semua 'tuk ungkapkan rasa!
tak perlu BERSANDIWARA!tak perlu BERDUSTA!
karna,
ini semua tentang KITA!
bukan tentang MEREKA!!!
kamu,
kamu,
dan kamu,,,
seluruh sel abu-abu di otaku hanya berisi parasmu…
senin yang sibuk,
tapi di setiap jeda, ada kamu…
kamu,
kamu,
dan kamu,,,
hilangnya sapa pagi ku…
hilangnya tawa sore ku…
hilangnya senyum malam ku…
cuma gara-gara kamu!
ingin rasanya mencaci!
melontarkan amarah dan umpatan kesal!
hey kamu!
iya kamu!!!
berhenti berlagak tidak butuh aku!!!
berharap pada awan,
memohon pada angin,
tolong basahi bumi malam yang kering ini,
larutkan semua duka bersama aliran menuju hilir…
hembuskan kesejukan malam pada kerontangnya hati…
lagi,
bulir bening terpaksa mengalir….
entah ini kebodohan yang berulang atau dungu bawaan!!!
kembali lukai hati yang tercinta…
memaksa, ya hanya memaksa yang ku bisa…
argh, selalu ungkapan n uraian harapku jadi beban buatnya……
padahal hanya ingin ukir senyum dan gores tawa di bibirnya……
hanya ingin melihatnya bahagia!
maaf,
lagi,
hanya maaf yg mampu kuucap…
layar 14 inchi itu semakin kabur dalam derai bening yang deras mengalir………
sumpah aku gag butuh semua kenangan yang singgah silih berganti ini!
memuakkan mengingat ribuan mimpi terpahat di dinding imaji yang akhirnya berlumut!
enyah kau!
menggelap bersama malam yang kian larut……