Monday, March 14, 2011
past tenses,
kamu!
kamu,
kamu,
dan kamu,,,
seluruh sel abu-abu di otaku hanya berisi parasmu…
senin yang sibuk,
tapi di setiap jeda, ada kamu…
kamu,
kamu,
dan kamu,,,
hilangnya sapa pagi ku…
hilangnya tawa sore ku…
hilangnya senyum malam ku…
cuma gara-gara kamu!
ingin rasanya mencaci!
melontarkan amarah dan umpatan kesal!
hey kamu!
iya kamu!!!
berhenti berlagak tidak butuh aku!!!
Sunday, March 13, 2011
bisakah?
tak usah mengenang yang lampau …
cukup kemarin, ya ingatlah kenangan sabtu itu!
hari yang penuh senyum dan tawa!!!
hari dimana kau hujani aku dengan keriaan!
mengunjungi bibi-bibi gajahku di rumah mereka…
mengubur impianmu menunggang kuda bak koboi, dan menggantinya dengan pose-pose berlaga!
karena kuda-kuda itu terlampau imut untuk menampung tubuh gembulmu! =P
bergaya bak sultan padang pasir di punggung unta bernama dewi…
menggigil kedinginan saat menceburkan diri ke kolam arus…
lahap menyantap bekal sushi dan onigiri yang terlalu dominan dengan rasa nasi buatanku,,,
sedikit bentakan karena rengekanku yang khilaf melihat gajah biru berbulu itu…
berjalan mendaki dan saling menggenggam erat,
berlari kecil menghindari tetesan hujan yang mulai turun…
kehabisan jemputan dan berjalan di bawah rintik hujan menuju area parkir…
bersiap pulang bersama omet yang selalu setia mengantar,
berhenti dan menepi kala hujan turun semakin deras…
sedikit mencaci karena hujan yang tak merata…
traktiran soto kuning yang kau tolak,
berhenti sejenak di pom bensin untuk menghilangkan lelah…
mengendarai omet menantang hujan walau lelah membayangi…
aku yang terkantuk-kantuk dipunggungmu,
bisakah kita lupakan hari ini sejenak saja?
karena hari kemarin dan hari-hari lampau lainnya terlalu indah untuk dilupakan!
menanti hujan,
berharap pada awan,
memohon pada angin,
tolong basahi bumi malam yang kering ini,
larutkan semua duka bersama aliran menuju hilir…
hembuskan kesejukan malam pada kerontangnya hati…
hanya ingin,
untuk kesekian kalinya kalimat itu meluncur dalam pesan singkat darimu,,,
gila!
apa sich yang ada di kepalamu?!
ingin rasanya berlari, mengetuk pintu itu dan berteriak lantang di depan wajahmu!!!
“apa sich maumu??!”
namun terpaksa kembali mengalah dan meredam ego,
salahku lagi???
argh, dari dulu kubilang dunia kita terlalu berbeda…
argh, dari dulu kubilang ‘bahasa’ kita terlalu berbeda…
tapi kau coba yakinkan aku bahwa semua itu tak kan jadi halangan!
ketika akhirnya aku beranikan diri ‘tuk kembali menulis judul dalam lembar-lembar kosong itu,
ketika akhirnya rasa yang kumiliki untukmu luber tak tertampung lagi…
kau anggap semua itu gangguan!
rengekan manjaku tak ubahnya jadi teror bagimu…
hanya ingin bersamamu, itu saja!
hanya ingin didekatmu, itu saja!
tapi, akhirnya semua harapku selalu terdistorsi saat sampai di telingamu……
sisi cuek dari dirimu mengartikan itu sebagai sebuah ‘paksaan’…
argh, padahal aku hanya ingin mndengar sebuah jawaban dangdut bul,
gak semua harapku harus terkabul!!!
sedikit rengekan hanya untuk meyakinkan diriku bahwa kau masih peduli terhadapku!
aku memang si cengeng yang selalu haus kasih……
karna saat bersamamu aku mampu bersinar menyandingi paman matahari!
now, what should i do???
karna, bintang berekor terus hujani bumi tak mau berhenti!!!
maaf,
lagi,
bulir bening terpaksa mengalir….
entah ini kebodohan yang berulang atau dungu bawaan!!!
kembali lukai hati yang tercinta…
memaksa, ya hanya memaksa yang ku bisa…
argh, selalu ungkapan n uraian harapku jadi beban buatnya……
padahal hanya ingin ukir senyum dan gores tawa di bibirnya……
hanya ingin melihatnya bahagia!
maaf,
lagi,
hanya maaf yg mampu kuucap…
layar 14 inchi itu semakin kabur dalam derai bening yang deras mengalir………