sempat mati,
bunuh diri,
mengubur imaji dalam ritme ilusi...
bunuh diri,
mengubur imaji dalam ritme ilusi...
lama tak berkelana di dunia kata,
merindu ketak-ketuk jemari di barisan aksara,
merindu kerut-kerut kening yang mencerna makna,
banyak kisah hanya tersimpan dalam hari,
tak berani tuang disini,takut, esok suka terkubur duka...
babak sudah berganti bab,
tak lagi sama,
mantra lama luruh,
dilebur hangat janji nyata,
nyatanya yang lalu tak pernah mati,
hanya berganti definisi,
tetap berarti!
walau bukan priority!
kan tetap jadi diary,


