Thursday, November 15, 2012

redefinisi,

sempat mati,
bunuh diri,
mengubur imaji dalam ritme ilusi...


lama tak berkelana di dunia kata,


merindu ketak-ketuk jemari di barisan aksara,
merindu kerut-kerut kening yang mencerna makna,


banyak kisah hanya tersimpan dalam hari,
tak berani tuang disini,takut, esok suka terkubur duka...

babak sudah berganti bab,
tak lagi sama,
mantra lama  luruh,
dilebur hangat janji nyata,

esok dunianya tak lagi sama,
walau banyak mimpi tertunda,tapi cita tetap jadi nyawa!

nyatanya yang lalu tak pernah mati,
hanya berganti definisi,
tetap berarti!
walau bukan priority!

dan ruang imaji ini,
kan tetap jadi diary,
pengganti memori...




pic from here

Tuesday, November 13, 2012

ketika baris kata membeku di sudut imaji,

hari berlalu di ujung senja membeku,

akhirnya sebuah cerita berakhir di awal kisah :)


pic from here


Wednesday, October 19, 2011

confession,

deretan aksara tak kuasa menjelma,
luruh merintih kian usang tak bermakna,
mencoba bersembunyi di balik sayap-sayap kata,
namun akhirnya tak kuasa meredam gejolak yang ada...


argh,,,
ego melarang tuk ucap gelitik rasa yang kian meraja,
tak pelak lagi pertarungan terjadi....


ayolah!
ini bukan rasa tak bernama!
bukan pula,
gejolak tak bertuan!


detak yang berdetik pun tahu,
rasa ini nyata bukan rekayasa!
semacam reaksi kimia dari cerita yang tersisa...



hmm....
ya................
ternyata,
ini memang rasa Rindu!

bukan!
bukan Rindu Tak Bertuan!!!


ini memang rindu,
rindu si merah pada si biru,
rindu si bantet pada si bogel,


from here










rindu si mbak penjual donat pada sang jagoan!
























Thursday, September 01, 2011

si panjang tungkai,

merindukan aroma tanah ketika jarum-jarum kristal menyapa bumi,
merindukan aroma tanah ketika bintang berekor luruh di tepian lesung,


kemana perginya si panjang tungkai?
membawa lari riuh rinai saat menyapa atap,
menyembunyikan benang raja dibalik selimut mega,


kawan,
jika nanti kau berpapasan dengannya,,


tolong sampaikan padanya,
ada afsun yang merana,



menanti masa bercumbu dengannya……


rain


merindukan aroma tanah ketika jarum-jarum kristal menyapa bumi,
merindukan aroma tanah ketika bintang berekor luruh di tepian lesung,

Wednesday, August 31, 2011

melarung mimpi,

semalam,
saat sayup takbir memenuhi aras,,
kulihat dia melipat secarik kertas penuh gurat luka,
yang kemudian,
membentuk bahtera,

dalam langkah nya yang masih goyah, dia berjalan ke utara,
diiringi merdunya tabuhan bedug, dia merapat di batas bahar,
menatap nanar ke arah mega yang berhias kilau warna-warni zat kimia,


tertunduk,
merebak di telinga, ramai kicau simfoni gelombang malam,
ia lalu mengatupkan kelopak mata nya…
mendendangkan tasbih pada Sang Maha Pencipta,
perlahan tertunduk dan membungkuk,


bertekad,
melarung bahtera mimpi yang karam,,,

1st


ke lubang gelap tak bermuara……



2nd




_15:19 WIB_